B. Indonesia Sekolah Dasar Rangkuman dari Buku Auto Biografi "Boy Tales of Childhood" oleh Roald Dahl.

Rangkuman dari Buku Auto Biografi "Boy Tales of Childhood" oleh Roald Dahl.

Banyaknya kasus anak dengan berbagai perilaku yang menunjukkan

kerusakan nilai moral seperti kebohongan, kelicikan, keegoisan, bahkan

penindasan, menjadikan anak tumbuh dan berkembang dalam kehidupan yang

dipenuhi oleh pelanggaran terhadap hak orang lain. Kekerasan, pemaksaan,

ketidakpedulian, serta kesulitan memahami antara benar dan salah, baik dan tidak

baik, perilaku yang boleh atau dilarang untuk dilakukan, merupakan beberapa

sifat yang melekat pada diri anak karena kurangnya pendidikan moral, Novel ini juga menceritakan bagaimana mendidik anak melalui hukuman,

dan bagaimana sikap orang dewasa kepada seorang anak di zamannya. Roa ld

Dahl menceritakan dengan rinci dan terbuka. Meski beberapa di antaranya

mengandung kekerasan, namun hal tersebut dapat menjadi referensi orang dewasa

dalam bersikap dan mendidik anak. Novel ini, dikatakan menarik karena memang

merangkum masa kecil Dahl sampai ia beranjak dewasa. Semacam autobiografi,

tapi dikemas dalam sebuah novel anak. Sehingga buku ini dapat

direkomendasikan bagi semua kalangan, Kemajuan teknologi dengan segala kemudahannya, merupakan salah satu

faktor yang mempengaruhi perkembangan mental dan moral anak. Terutama jika

tanpa pengawasan orang tua, karena tidak adanya batasan dari sistem maupun

aplikasi yang disediakan oleh berbagai macam gadget saat ini memudahkan anak

untuk mengaksesnya. Belum lagi kecanduan gadget yang menjadikan anak

menghabiskan waktu berjam-jam. Hal ini menunjukan kurangnya hiburan yang

mengedukasi bagi anak, sehingga anak lebih memilih bermain dengan gadget.

Dalam hal ini, sastra anak cukup berperan untuk menimalisir kasus

tersebut. Sebagai karya sastra yang bersifat menghibur dengan objek pembacanya

merupakan anak-anak juga sampai saat ini masih digunakan sebagai media untuk

menyampaikan nilai-nilai edukasi dan moral kepada anak-anak. Artinya selain

sebagai hiburan, sastra anak bisa dimanfaatkan sebagai ajang untuk berpesan

karena perkembangan kognisi, emosi dan keterampilan anak tidak bisa lepas dari

peran karya sastra.

[answer.2.content]